{"id":96,"date":"2020-01-05T04:10:00","date_gmt":"2020-01-05T04:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/?p=96"},"modified":"2020-01-05T04:10:17","modified_gmt":"2020-01-05T04:10:17","slug":"sejarah-php","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/2020\/01\/05\/sejarah-php\/","title":{"rendered":"Sejarah PHP"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada kesempatan kali ini kami akan \nmembahas tentang sejarah perkembangan PHP. Ada baiknya kalian mengetahui\n sejarah perkembangan PHP agar pengetahuan Anda bertambah. Pada \nperkembangannya, PHP memang terus-menerus mengalami perubahan. PHP yang \nmerupakan kependekan dari Hypertext Preprocessing, merupakan bahasa \nskrip yang dapat disisipkan ke dalam HTML.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada awalnya, PHP merupakan kependekan \ndari Personal Home Page karena hanya digunakan pribadi oleh pembuatnya. \nPHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf, seorang programmer dari \nDenmark pada tahun 1995.<br>\nKarena PHP bersifat open souce, banyak yang tertarik mengembangkan kode \nPHP ini. Salah satunya adalah perusahaan yang bernama Zend. Akhirnya \nZend merilis PHP versi 2.0 pada tahun 1997. Setahun kemudian, PHP 3.0 \njuga dirilis.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak berhenti sampai disitu,  perkembangan PHP semakin maju dengan dirilisnya PHP 4.0, di mana versi  ini banyak digunakan oleh programer karena mempunyai kemampuan untuk  membangun aplikasi web dengan kecepatan dan stabilitas yang tinggi.  Kemudian Juni 2004, Zend kembali merilis PHP versi 5.0 yang lebih  dikenal dengan model OOP (Object Oriented Programming).<\/p>\n\n\n\n<p>Versi lanjutan dari PHP adalah versi 5.6.4 yang resmi dirilis pada tanggal 18 Desember 2014 yang kemudian di perbarui lagi dengan versi teranyar yaitu PHP 7 yang di 17 Desember 2015.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian dari PHP 5.6.4 yakni <strong>PHP 6.x<\/strong>\u00a0 sebenarnya telah lama dikembangkan, bahkan sejak tahun 2005. Fokus pengembangan PHP 6 terutama dalam mendukung <strong>Unicode<\/strong> agar PHP bisa mendukung berbagai jenis karakter bahasa non-latin.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun karena beberapa alasan seperti kurangnya programmer dan \nperforma yang tidak memuaskan, pengembangan PHP 6 dihentikan dan fitur \nyang ada dimasukkan ke dalam PHP 5.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 3 Desember 2015, <strong>PHP 7<\/strong> resmi dirilis. Perubahan yang paling terlihat adalah peningkatan performa. Menggunakan <strong>Zend Engine 3<\/strong>, PHP 7 di-klaim berjalan 2 kali lebih cepat daripada PHP 5.6.<\/p>\n\n\n\n<p>Core engine PHP 7 berasal dari proyek eksperimen <strong>phpng<\/strong> (<em>PHP next generation<\/em>),\n yang dikembangkan Dmitry Stogov, Xinchen Hui dan Nikita Popov. Proyek \nini menggunakan pendekatan modern agar PHP diproses dengan lebih cepat \nseperti memakai teknik <em>just-in-time (JIT) compiler<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain performa yang meningkat, terdapat beberapa fitur baru di PHP 7, seperti <em>combined comparison operator<\/em> atau dikenal dengan <em>spaceship operator<\/em> \u201c&lt;=&gt;\u201d, <em>anonymous classes<\/em>, dan dukungan yang lebih stabil untuk server 64-bit.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa fitur yang sudah \u2018usang\u2019 (deprecated) juga dihapus, seperti penulisan PHP dengan ASP style <strong>&lt;% %&gt;<\/strong> dan tag &lt;<strong>script language=php&gt; &lt;\/script&gt;<\/strong>. Kedua cara ini sudah tidak bisa digunakan lagi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Modul mysql extension juga dihapus<\/strong> karena sudah diganti dengan <strong>mysqli extension<\/strong>.\n Penghapusan modul mysql extension ini sering menjadi masalah karena \nbanyak kode program atau buku PHP lama yang masih menggunakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat hal unik dalam penamaan versi PHP. Sebelum PHP 7, versi terakhir dari PHP adalah PHP 5. Kemana PHP 6?<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah perdebatan yang cukup panjang, tim dibalik pengembangan PHP \nmengambil voting dan memutuskan tidak menamai PHP terbaru dengan PHP 6, \ntapi PHP 7. Tujuannya, agar menghindari kebingungan dengan buku PHP 6 \nyang sudah terlanjur beredar. Versi PHP akan langsung \u2018loncat\u2019 dari PHP 5\n menjadi PHP 7. Dengan kata lain, PHP 6 \u2018tidak pernah dilahirkan\u2019.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p>Dalam tutorial PHP kali ini kita telah melihat tentang sejarah \npanjang PHP untuk menjadi bahasa pemrograman server-side paling populer \nhingga saat ini. Walaupun terkendala dengan perilisan PHP versi 6. PHP 7\n saat ini menjadi versi PHP terbaru dan versi yang disarankan.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Banyak kelebihan yang bisa diperoleh \njika kalian menggunakan PHP. Berikut ini kelebihan PHP dibandingkan \nbahasa pemprograman yang lain:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Gratis. Karena bersifat open source, PHP dapat kita gunakan dan dapat kita kembangkan secara bebas.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Lebih cepat. Tidak diragukan lagi \nbahwa PHP lebih cepat dibandingkan dengan aplikasi CGI dengan Perl atau \nPhyton, bahkan dengan ASP maupun Java dalam berbagai aplikasi web.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Mudah dipelajari atau digunakan. \nBanyak sekali forum-forum yang berisi tutorial belajar PHP ataupun \ndiskusi yang membahas tentang PHP. Jika Anda ingin belajar PHP, Anda \ntidak perlu khawatir karena kalian bisa mempelajarinya lewat forum \nmaupun situs yang ada.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sejarah perkembangan PHP. Ada baiknya kalian mengetahui sejarah perkembangan PHP agar pengetahuan Anda bertambah. Pada perkembangannya, PHP memang terus-menerus mengalami perubahan. PHP &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":97,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-96","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96\/revisions\/98"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/97"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}