{"id":30,"date":"2019-02-25T17:12:05","date_gmt":"2019-02-25T17:12:05","guid":{"rendered":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/?p=30"},"modified":"2019-02-25T17:12:07","modified_gmt":"2019-02-25T17:12:07","slug":"5-fakta-dan-resiko-menjadi-seorang-programmer-komputer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/2019\/02\/25\/5-fakta-dan-resiko-menjadi-seorang-programmer-komputer\/","title":{"rendered":"5 Fakta dan Resiko Menjadi Seorang Programmer Komputer"},"content":{"rendered":"\n<p>Profesi programer\nkomputer merupakan salah satu profesi yang sangat pelik, bukan saja membutuhkan\nkemampuan berpikir logis,imajinatif, dan kreatif, melainkan membutuhkan stamina\ndan daya tahan tubuh yang baik. Maka tak heran profesi seperti programer ini\nriskan terhadap serangan penyakit dan gangguan kesehatan. Berikut adalah lima\nresiko yang harus dihadapi para programer:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Bisa\nTerkena Penyakit \u201cBell\u2019s Palsy\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bell\u2019s palsy adalah\nnama penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot\npada salah satu sisi wajah. Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis).\nBerbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan\nmenggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa\nmeniup, dsb. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell\u2019s Palsy berupa virus herpes\nyang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa\nmemeberikan obota-obatan sejenis steroid dapat mengurangi pembengkakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kata Bell\u2019s Palsy\ndiambil dari nama seorang dokter dari abad 19, Sir Charles Bell, orang pertama\nyang menjelaskan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf\nwajah.<a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-8Ga8MJ94edo\/Te-bQKpPm1I\/AAAAAAAACoE\/qX5A1ZrImmE\/s1600\/1.jpg\"><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>2.\nButuh kerja keras yang sangat ekstra<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang seorang programmer\nharus begadang dan tidak tidur selama beberapa hari untuk menyelesaikan\nprogramnya.<a href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-iyp0aH563qw\/Te-bhgJsoDI\/AAAAAAAACoM\/cOBy8yChsnE\/s1600\/2.jpg\"><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>3.\nKurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya seorang\nprogrammer lebih memilih untuk berdiam di rumah atau tempat ia bekerja dan\nselalu berada di depan komputernya.<a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-76r3My1_kgY\/Te-brX-IwLI\/AAAAAAAACoU\/qq5_N9VtMoo\/s1600\/3.jpg\"><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>4.\nMerasa terkucilkan oleh lingkunganya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Secara psikologis,\nperasaan ini muncul akibat terlalu intens berhubungan dengan mesin-mesin dan\ncenderung jarang berhubungan dengan manusia. Akibatnya, meski belum sepenuhnya\nterjadi, programmer merasa dijauhi lingkungannya.<a href=\"https:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Yz7o3kecMzE\/Te-bz4d-v1I\/AAAAAAAACoc\/rAbgHoeo1Dk\/s1600\/4.jpg\"><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>5.\nBerani dikejar waktu (harus tepat waktu)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ini lah yang membuat\nseorang programmer menjadi pusing dan kelelahan, tidak terbayangkan jika harus\nmengerjakan sebuah aplikasi\/program yang sudah menjadi kewajibannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profesi programer komputer merupakan salah satu profesi yang sangat pelik, bukan saja membutuhkan kemampuan berpikir logis,imajinatif, dan kreatif, melainkan membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik. Maka tak heran &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30\/revisions\/32"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}