{"id":236,"date":"2021-01-07T15:13:22","date_gmt":"2021-01-07T15:13:22","guid":{"rendered":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/?p=236"},"modified":"2021-01-07T15:15:18","modified_gmt":"2021-01-07T15:15:18","slug":"8-bahaya-pakai-vpn-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/2021\/01\/07\/8-bahaya-pakai-vpn-gratis\/","title":{"rendered":"8 Bahaya Pakai VPN GRATIS"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada jaman dulu, VPN (<em>Virtual Private Network<\/em>) dibuat dengan tujuan mengkoneksikan jaringan antar gedung perkantoran secara aman dan dapat menggunakan jaringan kantor dari rumah atau tempat lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pada saat ini, VPN sudah banyak digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia. Tujuannya? Tentu untuk mendapatkan koneksi ke internet secara aman, pribadi (<em>private<\/em>), dan dapat mengakses suatu jaringan secara remote.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui apa itu vpn dan fungsinya, selanjutnya cara kerja VPN juga harus Anda ketahui. Cara kerja VPN sederhananya adalah melakukan enkripsi pertukaran data bahkan sebelum koneksi publik di tempat kopi atau warung\u00a0 internet membacanya. Ketika terhubung dengan internet menggunakan koneksi VPN itu seperti mengakses internet menggunakan lorong khusus, tidak menggunakan jaringan utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Server VPN bertugas untuk meneruskan koneksi Anda ke situs yang ingin diakses. Jadi koneksi yang Anda lakukan akan dikenali sebagai koneksi dari jaringan server VPN bukan jaringan yang digunakan pada saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi ketika menggunakan jaringan tanpa VPN maka koneksi yang dilakukan secara langsung (<em>direct<\/em>) tanpa enkripsi. Sedangkan jika menggunakan VPN, maka koneksi yang dilakukan terenkripsi dan dilewatkan terlebih dahulu melalui VPN server.<\/p>\n\n\n\n<p> Meskipun kelihatan lebih aman  ternyata menggunakan VPN gratis untuk mengakses media sosial itu mengandung risiko yang berbahaya <em>lho<\/em>. Merangkum dari berbagai sumber, berikut bahaya yang mengancam Anda jika menggunakan VPN gratis: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pencurian Data Pribadi<\/h3>\n\n\n\n<p>Kerugian menggunakan VPN, apalagi yang gratis, bisa membuat data-data pribadimu direkam oleh penyedia layanan VPN setiap kali ada aktivitas. Sayangnya, banyak penyedia VPN tidak kredibel dan tidak bertanggung jawab yang bisa membahayakan semua data-data pribadimu. Kemungkinan buruknya, data-data pribadimu bisa dijual, dibajak, atau dimanfaatkan untuk kejahatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kasus Penipuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Sehubungan dengan data-data pribadi yang terrekam pada VPN, data-data tersebut kemudian bisa dimanfaatkan termasuk untuk melakukan penipuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Rawan Pembajakan<\/h3>\n\n\n\n<p>Bahaya pakai VPN yang tak kalah mengerikannya adalah soal pembajakan. Saat memakai VPN, maka jalur lalu lintas internetmu sebetulnya kurang aman dan kesempatan itu sangat mudah dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Risikonya adalah data transaksi, data media sosial, bahkan hingga pekerjaan sangat rentan mengalami pembajakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"mce_25\">4. Penjualan Data<\/h3>\n\n\n\n<p> Di berbagai negara banyak sekali kasus tentang penjualan data orang yang menggunakan VPN gratis oleh penyedianya. Pihak yang bersedia membeli adalah pihak ketiga, seperti korporasi yang ingin mengirim <em>spam<\/em>\u00a0ke\u00a0<em>e-mail<\/em>\u00a0atau bisa juga para\u00a0<em>hacker<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"mce_26\">5. P<strong>enggunaan Identitas User Sebagai Network End-Point<\/strong> <\/h3>\n\n\n\n<p> Selanjutnya, risiko yang juga enggak kalah merugikan adalah kemungkinan pihak penyedia layanan VPN gratis yang Anda gunakan justru menggunakan komputer Anda (IP Address) sebagai\u00a0<em>network endpoint<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Network endpoint<\/em>\u00a0itu digunakan mereka untuk meningkatkan bandwith layanan VPN milik mereka atau bisa juga mengalihkannya untuk meningkatkan kecepatan internet pelanggan lain. Pelanggan yang mereka anggap lebih memberikan keuntungan bagi mereka. Dan satu lagi, enggak menutup kemungkinan bahwa\u00a0<em>network endpoint<\/em>\u00a0Anda dijual oleh mereka. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"mce_31\">6. Penyebaran  <strong>Malware<\/strong> <\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam dunia internet, ada istilah Malvertising, yakni proses penyaluran Malware ke perangkat komputer maupun smartphone yang menggunakan VPN gratis.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kita berselancar di web menggunakan VPN, secara tidak sadar virus atau malware dapat dengan mudah masuk ke perangkat melalui iklan yang terpasang dalam sebuah web.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"mce_39\">7. <strong>Membombardir pengguna dengan iklan<\/strong> <\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah salah satu cara para penyedia layanan VPN gratis mendapatkan penghasilan dari para penggunanya. Dalam beberapa kasus, iklan dapat muncul begitu pengguna telah terhubung dengan VPN gratis tersebut atau tiap membuka tab baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mengganggu, iklan-iklan tersebut pun bisa memperlambat koneksi internet pengguna. Bahkan, iklan-iklan itu juga berpotensi mengandung\u00a0<em>malware<\/em>\u00a0yang akan menyusupi perangkat ketika pengguna melakukan klik pada iklan terkait.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"mce_43\">8. Serangan Adware<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain malware, virus adware juga disebut sebagai salah satu kerugian menggunakan VPN. Kenapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Adware adalah salah satu varian dari malware namun lebih spesifiknya virus ini berupa iklan yang muncul pada perangkat kita dari pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada jaman dulu, VPN (Virtual Private Network) dibuat dengan tujuan mengkoneksikan jaringan antar gedung perkantoran secara aman dan dapat menggunakan jaringan kantor dari rumah atau tempat lain. Sedangkan pada saat &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":237,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[72],"class_list":["post-236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","tag-vpn"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=236"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":244,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236\/revisions\/244"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sentraldigitalindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}